Dengan Grunge
Stiknya diayun, menggubah benturan yang kering saat digebuk. Si penabuh, bengah diikuti pencahayaan. Ia memandu dahaga yang meriung di seputaran panggung.
Saya abaikan jenis pengeras suara yang mereka pajang. Sederhananya menegaskan, “Kalian di sana, saya yang menonton dari jauh, tak perlu yang lain, kita cuma mau bersenang-senang.” Karena itu masa bodoh.
Selengkapnya di Breedie.com... "Grunge: Harga Mati Tanpa Hegemoni"
-2.jpg)

Komentar
Posting Komentar