Cara Vague Meraung Lepas

Yang tersisa setelahnya, gema dan ketukan yang memukau setiap kali mengingat saat-saat saya rajin menelusuri musik alternatif yang kian bertebaran saat ini.

Jeritan Yudhistira seraung gitarnya yang lepas, membuat saya betah menikmati debut album Footsteps (2014) seharian. Trio post hardcore bernama Vague ini jadi satu dari sekian peruntungan saya yang mulai terbiasa pasrah pada algoritma layanan streaming sejak setahun terakhir.

Kita menikmati musik dengan cara masing-masing. Satu bagan nada kadang lekat pada momen tertentu dan membekas beberapa waktu setelahnya. Kadang juga, kita disentuh lewat lirik yang puitis atau suara merdu.

Tapi jujur, saya selalu memilih untuk menyimak gubahan gitar dan bebunyian selain vokal yang efeknya bisa mengurai kekusutan di pikiran. Dan, yang tersisa setelahnya adalah gema dan ketukan yang memukau setiap kali saya berhasil menampung kesan dari musik-musik alternatif yang kian bertebaran saat ini.

Salah satu pilihan yang membuat saya terpukau, ada pada Vague. Seperti biasa, saya jatuh hati pada kompleksitas, dan selalu bertanya, “kenapa ada musisi yang lihai menciptakan riff seperti ini, seperti itu.”

Silakan simak salah satu karyanya yang berjudul 'A Giant Blur'. Saya, terkesan pada dinamikanya. Atau santai saja saat menyimak 'Di Antara Bising'.

 

Komentar